081331339072

Surabaya - Jawa Timur

JUALAN PULSA KINI MENJADI LEBIH GAMPANG !

Senin, 24 Mei 2021

Kang Panci jago iklan 2.5 M / hari yg akhirnya terkapar saat melakukan etika bisnis yg kurang elok

 



Sangat mengagetkan mendengar berita video klarifikasi yg saya terima dari grup WA, saat salah seorang Imers , jagoan digital marketing,  membuat seantero dunia persilatan FBads menggeleng-geleng kan kepala. Saya yg selalu skeptik sejak awal kemunculan bapak ini di podcast deddy corbuzier, berlanjut dengan podcast motivator lainya, sekonyong-konyong bergumam : "Wahhhh benar juga perkiraan saya...ada something fishy di bisnisnya ".  Siapakah dia ?


Dilansir dari Tempo.co, Namanya Yoyok Rubiantono. Orangnya ramah tapi sangat rendah hati. Kalau melihat cara berpakaiannya pasti orang tak menyangka, dia adalah anak muda hebat yang sukses merintis bisnis. Dia “anak emas” Facebook Indonesia karena setiap hari dia berjualan di Facebook dengan bujet iklan Rp 1 miliar per hari. Sebulan berarti bisa Rp 25 miliar.


“Saya cuma jualan panci, Mas” katanya dengan nada merendah saat ditemui di hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta.


Pertanyaannya, kok bisa jualan panci, dengan bujet iklan Rp 1 miliar per hari?


“Ya, saya menjual panci ke seluruh dunia, kecuali dua negara,” katanya enteng. “Yang belum itu, jualan panci ke Korea Utara dan Indonesia.


Lalu Yoyok bercerita panjang lebar. Dia menekuni bisnis dengan Facebook ini sudah sekitar lima tahun. Dulu, dia juga tak seagresif saat ini. “Tapi, begitu sudah menemukan kuncinya, maka dia menaikkan bujet iklannya di Facebook,” ujarnya. Karena itulah dia dimanjakan oleh Facebook Asia Pacific. Dia pernah diundang ke kantor Facebook di Singapura dan Jakarta.


Preeeeettt lahhh...itu dulu, kita simak kejadian menggelegar 23 mei 2021 itu, simak video berikut :



Jika suatu hari video ini dihapus, tenang .... ada skrip yg telah ditulis rekan yg saya ambil dari facebook:


"Assalaamu'alaikum wr wb

Saya Yoyok Rubiantono,  dari Jogyakarta.. 

Hari ini saya akan Klarifikasi dari skema Bisnis Saya.. Dan di bawah ini ada beberapa Janji Yang harus saya tepati 

1. Tidak Membuka Kembali Seminar lagi Mulai hari ini,  Lalu saya membatalkan Seminar Saya,  Karena Metodenya Sudah di Praktekan oleh Distributor Saya hermofit dan armorashop Tapi tidak profit 

2. Mengembalikan Uang 100% Cash,  Seperti Yang Sudah Di keluarkan Oleh Distributor hermofit dan armorashop ,  Selambat Lambat nya 30 Juni 2021 

3. Tidak akan lagi, Memperkenalkan diri kembali Sebagian digital marketing Expert

4. Bertanggung Jawab Sepenuhnya atas Tuduhan,  Hujatan,  Prasangka Buruk, dan sebagaimana, Yang selama ini di layangkan kepada distributor hermofit dan armorashop ,  karena Buruk nya kualitas Produk dan Strategi Harga.. 

5. Setelah itu saya janji tidak akan melakukan skema Bisnis Yang tidak Etis Seperti ini Lagi.. 

6. Untuk Video Saya Yang di Deddy Corbusier hanyalah untuk pencitraan saja dalam Iklan, dan saat ini kami berusaha dan sudah men takedown iklan Saya.. 

Demikian dari saya,  Jika tidak di tepati,  maka saya bersedia di selesaikan melalui Jalur Hukum..

Terima kasih, Ini adalah Moment informasi dari saya Semoga Teman-teman memahami..



Wew...netizen dibuat kebingungan, ada yg menyangka ini gimmick marketing terbaru dari beliau, hanya guyonan semata, dan ada juga yg mendoakan beliau segera terselesaikan masalahnya. Dan setelah 1 hari mencari dan menduga apa sih akar permasalahannya, penulis ditujukan kepada halaman facebook yang berisikan tulisan dari seseorang yg kesal terhadap etika bisnis yg dilakukan beliau.


Sumber : https://www.facebook.com/yasirli


Untuk Dia...

Saya sudah tau kenapa dia yang belum saya kenal waktu itu datang ke acara kopdar yang saya adakan di Jogja...Waktu itu seorang murid sekaligus teman saya bilang ke saya “dia orang baik om tapi bisnisnya lagi turun, dia mau coba bisnis di lokal”...

“Kita lihat saja nanti”, kata jawab saya saat itu...

Saya sudah tau dia akan meminta tolong agar timnya diajarkan di kantor saya...Mulai dari beberapa cs hingga beberapa tim leadernya...

Waktu itu tim dan istri saya nanya ke saya “kenapa kita membantu dia dan memberitaunya banyak hal dapur?, bukannya ini cukup riskan?”...

“Ya saya sudah tau itu, saya pengen lihat sampai mana dia...Kita lihat saja nanti”, jawab saya...

Saya juga sudah tau kalau dia akan membuat produk yang sangat serupa dengan produk istri saya dan dia juga akan meremehkan partner saya (pabrik yang saya kenalkan ke dia)...”Tuh pap dia malah ngeremehin pak boss, ya mana mau pak boss buatin produk yang sama”, kata istri saya...

“Pak boss itu penampilannya apa adanya walaupun dia sangat kaya raya...Aku pengen ngajarin ke si dia itu tidak semua orang bisa diremehinnya, dan tidak semua orang pula bisa diajak berkhianat hanya karena alasan duit...

Terlebih lagi yang sudah kita anggap seperti saudara sendiri”, jawab saya...

“Trus kenapa papa ngenalin dia ke pak boss?”, tanya istri saya lagi...

Saya lalu ngejawab “Karena suatu saat dia akan mulai mengajak orang orang yang ada di circle kita termasuk salah satu orang murid yang sudah kita anggap seperti saudara sendiri...

Ga lama lagi dia akan memulai itu...So nanti dipernikahan adik aku, aku bakal ngundang si dia, pak boss pabrik, salah satu murid sekaligus yang sudah dianggap saudara kita, dan beberapa teman aku lainnya, termasuk seorang yang akan ngajarkan hal penting ke murid aku itu nantinya”, jawab saya...

.

Saat pernikahan adik saya itu, saya sudah tau kenapa dia tiba tiba jadi kikuk ketika seorang yang diremehkannya itu ternyata datang di pernikahan adik saya dan jadi tamu super vip seperti saudara dekat...”Brother...Wah si orang sombong itu diundang juga ya, tengil bener dia”, kata pak boss pabrik ke saya saat itu...

“Wah ada apa tuh pak bos?, kok dia kikuk banget and salah tingkah sambil pura pura ngambil video nikah adik saya pas ngelihat pak boss?”, kata saya berpura pura tidak tau ke pak boss...

“Ah pak boss sengaja iki pengen ngebalasin sakit hati saya”, kata pak boss lagi...

“Ah ga juga pak bos haha”, lanjut saya tertawa...

.

Saat selesai pernikahan adik saya, saya juga sudah tau ada seorang teman saya yang akan besar di bisnis yang datang ke nikahan adik saya (walau saat itu teman saya itu sedang galau)...

Saya lalu sengaja mengajaknya untuk bercerita dan mendengarkan curhatannya di mobil saya ketika kami jalan ke kopdar selanjutnya...

“Papa kenapa tadi sama si itu pulangnya?, kok ga sama murid papa?”, tanya istri saya...

“Ya si itu suatu saat nanti bakal ngajarin murid aku sebuah pelajaran yang sangat penting, suatu hal tentang nilai persahabatan dan persaudaraan”...

.

Tidak lama setelah itu...

Saya juga sudah diberitau ketika si dia membawa nama saya agar bisa membuat produk yang persis dengan produk istri saya...”Kami sudah sangat dekat, sudah seperti saudara”, katanya ke pabrik...

Kemudian tidak lama setelah itu juga...

Saya sudah diberitau bahwa murid yang saya anggap seperti saudara itu akan mulai diajaknya untuk bekerjasama, termasuk orang orang yang ada di circle saya (baik murid, dan orang yang sedang atau pernah dekat dengan saya)...

“Saya sengaja ngirim beberapa orang tim kita untuk ngecek ke Bekasi, dan saya juga sudah ngontak beberapa orang murid saya yang ada di Jogja untuk mengeceknya...Nanti kamu jangan kaget kalau tiba tiba ada hal yang kurang mengenakkan terjadi”, kata saya ke adik ipar saya...

“Ya si teteh sudah mimpi dan sudah cerita tentang itu”, jawab adik ipar saya...

.

Beberapa waktu kemudian mulailah perpecahan antara saya dan murid saya karena si dia itu...

Saat itu saya juga sudah diberitau siapa saja yang akan diajak oleh si dia...

Saya lalu sengaja datang ke kantornya seorang imers perempuan yang terkenal dengan podcastnya agar dia tidak menerima ajakan si dia...”Dia jadi konsultan dan 30% dari profit bisnis lo untuk dia kalau target tercapai?, nih gw kasih tau apa yang harus lo lakuin dan nih gambarannya”...

“Oh gitu ya, ya ya gw bakal ngikutin saran lo”, jawab teman imers perempuan saya itu dengan polosnya sambil memberi hadiah ke saya sebuah teh kotak...

.

Saya sudah diberitau juga akan ada orang yang datang ke saya untuk belajar tentang bisnis, yang mana orang itu akan tidak sesuai dengan saya, orang itu akan pindah belajar ke si dia, dan orang itu pun akan menjelek jelekkan saya ke si dia...

“Nanti akan ada yang datang untuk belajar ke saya, tapi kemudian dia akan menjelek jelekkan saya ke si dia...Orang orang yang sama akan bergabung dengan yang sejenisnya”, kata saya ke salah satu murid sekaligus asisten saya saat itu...

“Lalu nanti harus gmn om?”, tanya asisten saya...

“Perlakukan dia dengan baik dan biarkan dia menjelek jelekkan saya ke si dia...Sebanyak kata kata yang mereka katakan itu, sebanyak itu lah bara yang akan menghanguskan bisnis dan hidup dia”, jawab saya sambil nyetir mobil saat itu...

.

Beberapa bulan setelahnya...

Orang itu datang dan kemudian yang saya katakan itu terjadi...Seorang murid sekaligus teman lama saya di Jogja mengabarkan siapa saja yang ikut belajar dan beralih ke si dia...

“Apa yang harus kami lakukan om?, tolong perintahnya....Sepertinya sudah tidak bisa lagi kita diamkan saja”, katanya saat itu...

“Gpp biarkan saja, itu akan jadi pahala untuk saya...Untuk urusan pembalasan bukan urusan kita...Nanti suatu saat kalau dia buka workshop, kalian akan paham maksud saya”, jawab saya...

.

Saya sudah tau dia akan memulai membangun personal brandingnya, dan saya tau berapa yang dibayarkannya ke om Ded agar dia diinterview...

“Pak bosss, itu om Ded buat produknya di pabrik kita, kata om Ded si dia itu bayar sekian, tengil bener orangnya makanya dimahalin”, kata pak boss pabrik ke saya saat itu...

“Biarkan aja pak boss, nanti dia bakal ngadain workshop gede gedean, nah workshop itu yang saya tunggu”, jawab saya ke pak boss pabrik...

.

Beberapa saat sebelum personal branding dia naik, saya tau kalau si dia itu selalu mengikuti apapun yang sedang saya lakukan (mungkin tujuannya agar cepat berhasil tapi caranya sangat salah)...

“Pap kita ngadain event ini si dia itu ikut, kita buat produk ini dia buat juga, kok ada orang yang gitu ya?, gmn nih pap?”, tanya istri saya...

“Jangan khawatir mam, nanti aku bakal buat sebuah produk yang mana produk itu akan jadi awal dari kehancurannya”, kata saya...

“Produk apa tuh pap?”, tanya istri saya...

“Madu...

Aku mimpi dia mencoba mengambil madu dan kemudian dia diserang oleh banyak lebah...

So aku bakal buat produk Madu”, jawab saya lagi...

.

Singkat cerita ketika personal branding dia sangat naik, saat itu saya tau banyak murid dan follower saya yang ikutan workshop itu, saya tau kemana arah workshop tersebut, dan saya juga sudah tau kalau banyak orang yang akan kecewa dengan workshop tersebut...

Saya juga sudah diberitau banyak orang yang tadinya sangat mengidolakannya karena hanya melihat kulitnya dia saja akan berbalik meninggalkan dan bahkan membenci si dia...

Hingga dia di kondisi seperti sekarang ini...

.

.

Saya, istri saya, dan orang orang di circle saya tidak pernah berusaha menyerang dia walau saat itu kami berada di posisi sangat tersakiti...

Sepertinya ALLAH sengaja mensetting agar dia bertemu dan berhadapan dengan kami...

Mungkin dengan cara itu dia akan berhenti bersombong ria, berkata kata berlebih dengan citranya, menyepelekan orang orang yang dianggapnya tidak kaya, dan berniat atau sengaja menyakiti orang hanya karena urusan duit...

.

.

Untuk dia...

Mungkin dia lupa kalau sebelumnya pernah saya kasitau kenapa istri saya itu instingnya sangat tinggi...

Melalui status ini saya kasitau lagi...

Orang yang dia buat sedih dan dia khianati dengan penuh rencana itu adalah keturunannya sunan giri, cucunya Rosulullah shallallahu alaihi wasallam...

So jangan aneh kalau istri saya itu instingnya tinggi, sering diberitau melalui mimpi, dan doanya seperti sangat mudah dikabulkan...

Kemudian walau saya ini bukan orang sholeh, masih urak urakan, dan bukan siapa siapa...Jangan lupakan kalau nama saya itu Yasirli Amri, guru guru saya bermarga Azmatkhan dan Assegaf, dan satu satunya tempat bercerita saya itu adalah ALLAH...

.

Untuk dia...

Melalui status ini saya juga ingin menyampaikan...

Karena banyak orang menyarankan saya untuk memaafkan dia (termasuk orang yang dia khianati dan dia remehkan), maka mulai hari ini saya sudah memaafkan dia...Semoga ALLAH memberi dia hidayah...Dan ketika dia sudah istiqomah saat itu lah ALLAH memudahkan jalannya...

“Tapi ingat...Jangan tiba tiba berubah berpura pura berkata bahwa klarfikasi kamu itu cuma settingan saja agar orang orang menganggap kamu sangat hebat dalam hal marketing atau apalah itu...

Ketika itu kamu lakukan, maka tidak akan ada orang yang bersedia menolong mu lagi”...

.

.

Semoga ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari perjalanan panjang kami ini...

.

Salam,

Yasirli Amri



Jadi sekarang permasalahan sudah semakin jelas, memang jaman pandemi ini sangat susah mempertahankan kepercayaan mitra bisnis. Bisa jadi karena pandemi semua lini penjualan baik produksi,  marketing, sales dan CS mengalami penurunan kinerja. Apalagi diperparah dengan daya beli masyarakat yang menurun. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita yang menjalankan bisnis.



 

Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Join Our Newsletter