081331339072

Surabaya - Jawa Timur

JUALAN PULSA KINI MENJADI LEBIH GAMPANG !

Tampilkan postingan dengan label kasir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasir. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2020

Cara Memilih Printer Portable Bluetooth Untuk Kios Pulsa Anda

Tentunya bagi pengusaha kios pulsa pasti tidak asing lagi dengan perangkat cetak struk wireless atau portable thermal printer atau pendeknya disebut orang-orang bluetooth printer. Umumnya mereknya gak jauh-jauh dari epson deh, ahh anda salah kali ini. Epson ternyata masih kurang berjaya di bidang wireless printing beda dengan halnya printer kasir thermal berkabel ya pasti Epson adalah merek yang anda pilih.


Printer wireless thermal portabel atau printer bluetooth adalah alat pencetak struk / nota /resi pada mesin kasir. Berbeda dengan kasir yang biasanya terhubung kabel dan ukurannya besar, thermal printer portabel ini berukuran mini sehingga mudah dibawa dan bisa dibawa kemana saja. Cara penggunaanya sederhana sekali, se-sederhana penggunaan  smartphone yang umum dipakai sebagai perangkat kasir jaman now dan dicetak dengan koneksi nirkabel Bluetooth. Penggunaan pada komputer laptop / desktop juga dapat dilayani karena layanan melalui kabel masih tersedia sehingga tidak menjadi masalah dengan aplikasi kasir jadul anda.


Baiklah , mari kita lihat beberapa jenis printer wireless bluetooth terfavorit di berbagai toko online.


1. EYES MPT-58B Termal Printer Bluetooth 



Printer yang paling populer bagi banyak pebisnis dengan harga lumayan murah. Kualitas printer portable ini sangat bagus, dan hasil pencetakan pada khertas thermal  sangat tajam. Ukuran maksimum untuk mencetak di atas kertas adalah 58 mm. Printer ini juga dapat dihubungkan dengan USB dan laci kasir otomatis. Satu-satunya kelemahannya adalah ukurannya cukup besar dan hanya menggunakan listrik PLN sebagai sumber dayanya.


2. ULTRON CX-58BT





Keunggulan printer bluetooth ULTRON CX-58BT adalah didukung melalui Bluetooth versi terbaru  4.0. Spesifikasinya sangat mirip dengan EYES MPT-58B. Artinya Anda dapat terhubung melalui USB (laptop / PC) dan drawer kasir dengan ukuran kertas cetak hingga ukuran 58mm. Harganya cukup terjangkau namun karena tanpa baterai sehingga perlu ada sambungan listrik.


3. IWARE ZJ 5805 Mini bluetooth thermal printer



Printer thermal kecil IAWRE ZJ 5805 cocok untuk dibawa ke mana saja dengan desainnya yang mungil dan bobot yang ringan. Printer ini sudah memiliki  fasilitas baterai sehingga Anda tidak perlu mencari colokan listrik. Printer ini memiliki manfaat bagi para pengusaha mobile atau berpindah-pindah dengan kata lain bisa berdagang kapan saja hanya dengan modal smartphone. Fitur IWARE ZI 5805 sempurna karena dapat mencetak gambar walau hitam putih. Jadi bagi kasir yang ingin print QRcode pada struknya maka IWARE adalah pilihan yang tepat. 


4. Eyes Mpt II





Merupkan clone dari printer IWARE, EYES Mpt II sudah memiliki desain yang mini dan menggunakan baterai, sehingga mudah dan ringan untuk dippindah-pindah, sehingga dapat membawa usaha anda kemana saja. Printer ini juga dapat mencetak nota yang ingin menampilkan QRcode. Proses pencetakan cepat dan opsi pencetakan dapat dengan mudah diterapkan ke Smartphone Anda.


5. Zjiang 5805dd


Dan yang gak kalah ekonomisnya adalah 5805DD. Printer ini hadir dalam desain kecil dan sangat ringan. Cocok untuk mencetak kertas resi / kuitansi pembayaran. Tidak hanya itu, ia juga memiliki kemampuan untuk mencetak foto, catatan, bahkan stiker. Karenanya, printer ini sangat direkomendasikan untuk para kapten yang menginginkan banyak fitur pencetakan. Namun warna cetakan yang dihasilkan hanya hitam putih. Printer 5805DD layak disandingkan dengan merk printer ternama seperti Epson, Anviz, Samsung dan Star Micronic.


Bagaimana juragan? Sudahkah anda menentukan pilihan printer portabel sesuai dengan kebutuhan Anda? Semoga informasi ini bermanfaat dan Tetap Semangat !

Sabtu, 26 September 2020

Wow Inilah Peringkat Pembayaran Digital di Indonesia - Ovo Ternyata ..

 


Dunia pembayaran digital menjadi primadona walaupun sedikit telat diterapkan di Indonesia karena baru terlihat kemilaunya di 5 tahun belakang. Diluar negeri terutama dinegara yang teknologinya maju, pembayaran melalui handphone sudah berlangsung lama walaupun walet nya belum menggunakan smartphone canggih seperti jaman sekarang. Ketika penulis di korea 15 tahun yang lalu pembayaran kereta subway tinggal pencet HP jadul melalu nate walet dan sebagainya. Lalu bagaimana perkembangan uang digital di Indonesia ? Inilah penelusuran pembaca melalui berbagai sumber.


 1. GO-PAY


Awalnya gopay merupakan pendukung aplikasi pembayaran ojek online gojek yang kemudian team gojek dengan jeli berhasil mengubah gopay menjadi semakin beragam layanan pembayarannya. Sangat lengkap dan hampir menjadi syarat agar usaha dapat dibilang "keren dan jaman now" ketika di kasir suatu usaha memiliki barcode gopay. Selain itu dapat juga digunakan untuk membeli pulsa, membayar tagihan dan saat usaha nya disetujui pemerintah sebagai pembayaran yang sah maka transfer dana atau saldo gopay pun menjadi umum dilakukan.

2. OVO


Mulai beroperasi di Indonesia pada  tahun 2017, popularitas OVO melejit terutama saat diperkenalkan pada banyak pusat perbelanjaan atau mall di kota besar Indonesia. Tingkat animo masyarakat yang terus meningkat dalam penggunaan sistem  cashless OVO  ini banyak ditopang oleh  program promo cashback yang gencar di gerat-gerai milik Lipo Group dan Matahari Group. Sebelum gopay menjadi pesaing maka nyaris hanya OVO yang memiliki stand gerai topup saldo di mall besar. 


3. DANA


Pembayaran Digital Dana didirikan pada tahun 2018 sebagai aplikasi yang menawarkan pembayaran, poin loyalitas, dan layanan keuangan yang didukung oleh lengan digital KMK Online, kemudian sebagai perusahaan fintech di seluruh Indonesia pada 5 Desember 2018. Dari websitenya, DANA merupakan akronim dari Dompet Digital Indonesia dipimpin oleh Vincent Henry Iswaratioso, Country Head Alipay Indonesia yang sebelumnya juga menjabat sebagai co-founder dari layanan payment digital INDOMOG. Awalnya tersiar kabar bahwa startup ini merupakan perusahaan patungan antara Ant Financial (Alipay) dengan EMTEK. Meskipun mengadopsi teknologi dari Ant Financial, namun investor utama DANA merupakan perusahaan Indonesia, yakni grup EMTEK pemilik stasiun TV SCTV dan Indosiar.


4. Link Aja !
Merupakan usaha pembayaran digital sebagai penyeragaman industri Fintech yang dilakukan oleh perusahaan BUMN milik negara. Jadi awalnya BUMN yang bergerak di industri per bank kan , telekomunikasi dan asuransi memiliki aplikasi sendiri-sendiri. Link aja hadir yang dimodali oleh Telkomsel (25%) Bank Mandiri (20%) Bank Negara Indonesia (20%) Bank Rakyat Indonesia (20%) Bank Tabungan Negara (7%) Pertamina (7%) Asuransi Jiwasraya (1%) Danareksa

5. DOKU


DOKU Wallet adalah sebuah layanan dompet elektronik (Wallet) yang dikeluarkan oleh PT. Nusa Satu Inti Artha yang dilengkapi dengan fitur penghubung ke kartu kredit dan uang elektronik/cash wallet. Jadi usaha utama doku adalah sebagai payment gateway antara penyedia kartu kredit, merchant online , pemilik usaha yang memerlukan pengisian voucher dan juga apapun yang memiliki keinginan adanya pembayaran online. penulis pernah mebayar paket TV berbayar melalui doku, mengupgrade layanan iklan pada olx dan juga sempat membayar kuliah keponakan melalui doku.


Jadi anda pilih yang mana ? Sesuaikan dengan kebutuhan ya walau duit banyak kalau diiming-imingi promo cashback yang menggiurkan lama-kelamaan akan habis juga lo kalau belanja terus...Jadi bijaklah menggunakan uang digital dengan kemudahan transaksi yang diberikan.

Begini Nasib Kasir di Pusat Pembelanjaan - Kenapa Gak Pakai Uang Digital aja ?

 


Ketika pandemi covid-19 terjadi di seluruh peradaban manusia maka salah satu hal yang paling diperhatikan adalah permasalahan kontak fisik di antara orang. Sangat berbahaya bahkan semenjak agustus 2020 WHO menyatakan bahwa virus covid-19 menyebar secara airborne alias bukan lagi hanya menyebar melalui cipratan dahak saat orang batuk atau bersin saja, tapi akan melayang diudara dan akan terhirup orang yang tanpa masker. Semakin mengkhawatirkan saja kondisi kesehatan publik walau memang kalau kita terlalu tenggelam dalam ketakutan tidak akan membuat keadaan semakin baik bukan ?



Nasib karyawan terutama kasir pada sebuah pusat perbelanjaan semakin terjepit keadaan, antara kenyataan harus tetap bekerja demi ekonomi yang semakin sulit dan keharusan melaksanakan protokol kesehatan ketat seperti memakai masker, face shield, sarung tangan bahkan harus selalu membersihkan anggota tubuh dengan desinfektan. Ini tidak nyaman loo bayangkan bekerja shift 8 jam dengan masker selalu melekat di hidung dapat dibayangkan bagaimana pengap nya pernafasan demi terhindar dari penyebaran virus yang dapat ditularkan oleh pengunjung di depan meja kasir. Apalagi ketika pembayaran masih menggunakan uang kertas bahkan walaupun menggunakan kartu atm/ kredit kontak fisik masih terjadi bukan  ?



Inilah menjadi keuntungan ketika pembayaran dilakukan secara online baik melalui scan barcode atau melalui belanja via aplikasi yang disediakan pusat pembelanjaan. Ini akan sangat membantu keselamatan para pekerja terutama para kasir. Permasalahannya adalah sosialisasi yang dirasa sangat kurang walau sangat memudahkan semua pihak. Keharusan penggunaan smartphone juga menjadi alasan beberapa orang yang tidak mau memanfaatkan scan pay lewat smartphone walaupun hampir semua orang di kota besar memilikinya. Mungkin harus dibuat kebijakan pelarangan pembayaran tradisional cash seperti di negara-negara maju seperti singapura. 

Apa saja layanan pembayaran uang digital di Indonesia ? Ikuti pada pembahasan di laman berikut

Join Our Newsletter