081331339072

Surabaya - Jawa Timur

JUALAN PULSA KINI MENJADI LEBIH GAMPANG !

Selasa, 16 Maret 2021

Strategi Menyelamatkan Diri Para Petinggi Pemain Ponzi Money Game Jaman Now

 


Permainan money game atau disebut juga ponzi memang akan ditakdirkan untuk bubar. Sejak jamannya arisan berantai, kirim-kiriman surat yang berisi "kutukan" kalau tidak disebarkan, bahkan penulis ingat jamannya internet baru hadir di Indonesia, ada permainan jasa "klik iklan" alias Paid To Click yang juga ramai sebentar lalu bubar bak ditelan bumi. Ujungnya adalah pemain yg tertarik ikutan namun apesnya datang belakangan akan menjadi gigit jari karena uangnya di bawa kabur pemilik sistem. Lalu kita jangan lupakan kasus yang masih teringat jelas karena baru hitungan 1 tahun yaitu aplikasi memiles. Bagaimana ceritanya ?




Jika menyebut nama Memiles maka pasti orang akan mengenalnya sebagai investasi bodong karena wara wiri di media sosial beritanya sebelum terlupakan oleh hebohnya Covid 19. Belum lagi berita penangkapan tersangka dan para artis yang terlibat menjadikan berita Memiles bulan-bulanan di stasiun TV. Namun, coba menyebut Memiles di awal 2019 maka Memiles dianggap dewa penyelamat ditengah susahnya ekonomi masyarakat dan memberi harapan orang awam bisa menjadi  kaya mendadak. Belum lagi membayangkan tatapan tetangga yang iri ketika mendapat hadiah mobil yang mewah. Lalu, bagaimana dengan nasib 270.000 anggotanya. Entahlah pastinya dari bulan Desember 2019, para member ini nasibnya sudah terkatung-katung. Ketika acara pemberian hadiah yang sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 19 Desember 2019 dibatalkan sejak itu member dihadapkan banyak kontroversi di whatssap group. Mulai dari pertengkaran suami istri hingga perceraian menjadi ancaman bagi istri yang ikut top up kemudian dana menghilang begitu saja seiring dengan tertangkapnya Kamal Tarachand alias Sanjay. Beberapa curhat yang masuk lewat saya juga kekhawatiran akan hubungan suami istri, keluarga, kolega, pertemanan yang rusak karena aplikasi Memiles ini. Sungguh akhir yang tragis.    



Lalu bagaimana exit strategi para leader sehingga berhasil kabur dari member bahkan bebas dari jeratan hukum ? Perhatikan gambar diatas , dimana ketika memiles menuju "scam" atau kesulitan membayar karena duitnya untuk membayar bonus semakin timpang, mereka kembali ke bisnis plan awal yaitu SLOT IKLAN. Ya memang awalnya memiles adalah aplikasi yang menjual slot iklan ke pengguna aplikasinya, dan bisa memajang iklan apapun. Bahkan ada iklan sandal jepit bekas di pajang di aplikasinya. Namun bukan itu yang dicari pengguna aplikasi, Motor dan Mobil yang terpampang pada postingan para leader di facebook lah tujuan member melakukan Top Up jutaan rupiah. 




Jadi ketika topup diganti dengan slot iklan maka ini sudah menjadi transaksi yang sah, tidak ada unsur penipuannya dari segi hukum. Namun motor dan mobil ya tetap saja paling diinginkan para member, minimal duit top-up kembali. Dan dikejarlah para leader-leader itu dan saling lapor ke polisi. Hasilnya dapat ditebak, hukum Indonesia menganggap sudah terjadi transaksi yang sah dan pemimpin Memiles Bebas di Pengadilan Negeri Surabaya. Dan member harus merelakan jutaan dananya nyangkut di leader atau disumbangkan ke pemerintah karena uang hasil investasi bodong akan di masukkan ke kas negara.




Aplikasi penghasil uang setelah memiles semakin menjamur didukung oleh semakin banyaknya kaum rebahan yang terdampak pandemi corona. Salah satunya yang paling tenar adalah Vtube yang sama-sama seperti memiles ber kedok dibelakang periklanan digital. Kalau memiles iklannya gambar saja, sedangkan Vtube berupa iklan gambar dan video. Sedangkan yang saya tampilkan pada gambar diatas adalah tiruan dari aplikasi bodong yang banyak muncul setelah vtube seperti compass, fingo, gudang game, dan dodo global. Bahkan yang saya sebut terakhir ini ketika scam malah memfitnah orang lain.




Vtube sebagai yang terbesar dan terheboh di era pandemi tidak menggunakan cara kabur secepat kilat seperti aplikasi bodong lainnya. Mungkin karena jaringannya yang sangat masive di Indonesia, sehingga strategi yang digunakan adalah mengulur-ngulur waktu para member sembari memberikan pola yang sama seperti exit strategi memiles yaitu kembali ke bisnis asal "PAKET IKLAN". Jadi uang yang sudah di investasikan oleh para member vtube melalui Fast track (untuk naik bintang) yang kemudian member memperoleh jasa menonton iklan dalam bentuk poin VP, akan digunakan membeli slot iklan.


Padahal VP inilah yang dulu sangat dipuja - puja member Vtube karena berharga 1 dolar atau sekitar 14.000 rupiah, namun dijual belikan sesama member. Inilah yang oleh SWI dan penegak hukum lainnya dianggap memakai sistem money game ponzi. Jadi setelah februari 2021 aplikasi ini di turunkan pemerintah dan otomatis para leader vtube memiliki pilihan untuk mengikuti saran SWI atau melakukan strategi cuci tangan yang bagus. 


Untuk itu kita rangkum dalam daftar Exit Strategi Para Leader Money Game Ponzi  yang umum dilakukan:

  • Kabur secepat kilat dan atau menyarankan member ikut aplikasi baru 
  • Mengulur waktu dengan alasan sedang maintenance, dibina pemerintah, dana sedang di investasikan, dan sebagainya
  • Leader tiba-tiba menjadi motivator dan sangat alim, tujuannya menenangkan para member yang khawatir tertipu dan uangnya tidak dapat dicairkan
  • Mengubah sistem Bonus dan Poin menjadi jual beli biasa dan barang yang ditawarkan sangat tidak menarik.  Potensinya member akan rugi ketika membeli barang tersebut dan merelakan uangnya daripada membeli barang tak berguna.
  • Membiarkan polisi dan penegak hukum mengadili karena mereka paham akan celah hukum terhadap money game model ponzi, yang melihat ketika ada jual beli barang dan jasa maka unsur penipuan tidak terbukti.






Dan benar saja kawan, manajemen vtube pada tanggal 17 maret 2021 telah menghadirkan aplikasi atau sistem baru yaitu MLM bernama Vi Plus, dimana sistemnya mendorong para member lama untuk melakukan kegiatan belanja yang di iming-imingi dapat bonus, juga poin tambahan dengan sistem refferal mengajak orang lain berbelanja produk Vi plus. Dan tentunya ini akan menjadi sedikit susah karena member harus menawarkan produk seperti sales MLM pada umumnya. Yang dulunya Vtube menjadi idola para kaum rebahan dimasa pandemi, karena tidak perlu kemana-mana bisa mendapatkan penghasilan dengan hanya pegang HP nonton iklan, kini dipaksa bangun dari rebahannya dan bergerak menjadi sales MLM. Kayaknya ini adalah terlalu susah bagi Vituber yg hanya tau gampangnya saja selama hampir 10 bulan kebelakang..


Demikian telaah saya mengenai strategi cuci tangan yang umum dilakkan para pemain money game ponzi di Indonesia yang pada akhirnya member tetap gigit jari karena uangnya nyangkut. Kejarlah leader ponzi yang mengajak anda dan minta kembali uang investasi yang dijanjikan. Sebab ketika tercium oleh pemerintah potensi kegaduhannya, maka dana investasi member yang dianggap bodong bisa jadi disita oleh negara. Mau merelakan uang jutaan rupiah lenyap begitu saja?

Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Join Our Newsletter